Problematika BBM di Indonesia
BBM ( Bahan Bakar Minyak ) merupakan hal yang paling primer di Indonesia, karena volume kendaraan yang begitu banyak, tak heran pemerintah harus menyiapkan kuota BBM yang cukup banyak, terlebih dengan adanya hari – hari raya yang membuat kuota BBM cepat habis.
Namun entah mengapa bahan yang vital ini terkadang lenyap di sebagian kota yang ada di Indonesia, tanggung jawab pemerintah untuk menjamin BBM tetap ada di pasar ialah hal yang harus menjadi kajian Pertamina agar masyarakat tidak kesulitan nantinya dalam berpergian, kita juga mempertanyakan pernyataan pihak pertamina yang menyebutkan, karena pembatasan dilakukan dalam rangka mengendalikan konsumsi BBM bersubisdi
Ada kemungkingan kondisi ini akan terus terjadi hingga akhir tahun bahkan hingga adanya bahan bakar baru yang diluncurkan oleh pertamina, kita memahami pertamina dihadapkan dilemma pelik pada saat kouta BBM bersubsubsidi pada desember 2014 kemarin, banyak warga yang mengeluhkan hal tersebut karena sulitnya mencari BBM bersubsidi di kota mereka karena kouta yang dikirim sangat minim dengan kouta kendaraan yang ada.
Jika dilihat tahun kemarin, mungkin bisa dipastikan bahwa BBM untuk akhir tahun ini akan kembali langka, volume kendaraan di tahun 2015 ini pasti meningkat jauh ketimbang tahun 2014 kemarin, hal yang harus dilakukan ialah membatasi penyaluran BBM bersubsidi secara prorata dengan menetapkan kouta harian dan mengurangi jatah SPBU.
Persoalan nya , dampak yang diakibatkan oleh pembatasan ini dirasakan bukan hanya oleh pemilik kendaraan pribadi, jika warga kesulitan mendapatkan BBM . Aktivitas ekonomi, termasuk distribusi logistic juga lumpuh atau terganggu, petani dan nelayan kecil yang perlu solar serta premium untuk irigasi dan melaut juga terkena imbasnya.
Di sejumlah daerah, bahkan kelangkaan bukan hanya terjadi pada BBM bersubsidi, melainkan akan berimbas juga pada BBM non subsidi. Artinya, langkah pembatasan kembali membebani secara tak adil pada masyarakat kecil yang bukan hanya dihadapkan kepada kenaikan harga BBM, melainkan juga kelangkaan, belum lagi dampak lain seperti kenaikan harga- harga barang akibat pembatasan BBM bersubsidi.
Dari sisi lain, langkah ini juga tak meyelesaikan bom waktu persoalan subsidi BBM karena angka subsidi tetap besar, Ibaratnya, pemerintah hanya buying time, Kita sepakat, subsidi BBM harus dikurangi agar APBN sehat dan pembangunan ekonomi bergerak. Tanpa pembatasan, berapapun jumlah BBM bersubsidi disalurkan akan habis dengan sekejap.
Kini Pertamina akan menghapus penjualan bensim premium di pengisian umum ( SPBU ) kota – kota besar yang jarang dilalui angkutan umum, PT Pertamina menyatakan bakal merilis produk Bahan Bakar Minyak ( BBM ) baru bernama Pertalite, sedianya, bensin yang akan mengganti keberadaan Premium itu diuji pada semua stasiun pengisian bahan bakar umum ( SPBU ) yang berada di jalan tol per mei 2015.\
Keputusan Pertamina untuk memproduksi bensin jenis baru mendapat dukungan dari pemerintah. Apalagi dengan harga premium yang naik turun dan mengalami kelangkaan pada hari perayaan tertentu maka dengan harga pasaran minyak dunia dan nilai tukar dolar sehingga kecenderungan harga premium naik tahun 2015 ini juga akan sering dilakukan pemerintah pula.
Menko Perekonomian Sofyan Djalil menyatakan siap mendukung keputusan tersebut, menurut dia , menghilangkan bensin premium di beberapa SPBU, selain subsidi agar tepat sasaran hal ini memang tujuan pemerintah dari awal.
Keunggulan Pertalite
Ada beberapa keunggulan keistimewaan dan juga kelebihan BBM jenis pertalite ini dibandingkan dengan premium antara lain adalah
- Pertalite memiliki kadar oktan lebih tinggi dari premium dan lebih rendah dari pertamax, dengan begitu untuk setiap konsumen yang menggunakan produk ini pun diklaim akan menghasilkan pembakaran yang optimal pada kinerja mesin kendaraan.
- Bensin baru pertalite ini lebih bersih sehingga Pertalite juga dipastikan tidak membuat mesin kendaraan mudah rusak dan bunyi
- Produk ini memiliki kandungan Ron lebih baik dan ramah lingkungan dibandingkan dengan premium.
- Pertalite ini lebih bersih, ringan dan bagis daripada premium, tapi harganya lebih murah dari pada pertamax
- Produk BBM baru ini juga akan ditambahkan beberapa bahan adiktif dan pewarna hingga kualitasnya lebih baik ketimbang premium
PT. Pertamina ( Persero ) akan menghapus bensin Premium secara bertahap, dan menggantinya dengan bensin jenis Pertalite, Pengusaha SPBU mengungkapkan, bensin baru tersebut memiliki RON 90-91.
Terkait dengan penghapusan Premium, menteri ESDM memberi waktu selambat – lambatnya dua tahun kepada PT . Pertamina untuk menghapus Premium RON 88, sehingga pada tahun 2017 nantu tidak ada lagi Premium yang dijual di SPBU, apalgi di pasar minyak internasional, hampir tidak ada lagi yang memproduksi atau menjual premium alias gasoil RON 88.
Semoga dengan adanya BBM baru tersebut dapat membuat subsidi yang ada menjadi lebih tepat sasaran sehingga masyarakat kecil mendapatkan pengaruhnya, dan Pertalite ini semoga bisa menjadi tolak ukur kesuksesan PERTAMINA dalam pengabdian terhadap Negara karena memberikan inovasi terbaru untuk kesejahteraan rakyatnya.









