Blog Tentang Jurnalistik Online

Teknik Dakwah Saat ini

Analisis Program Trans TV “ Islam Itu Indah”



Dakwah tak harus disampaikan secara serius, Yang penting pesan yang disampaikan mengena, dan menjadi pencerah bagi mereka yang mendengarkan, konsep itulah yang diterapkan sejumlah ustad gaul, khususnya mereka yang tampil dalam acara siaraman rohani di televisi

Hampir semua penonton atau pemirsa yang sering melihat program/acara di station televisi swasta ( Trans TV) tentu tak asing lagi dengan sapaan “jamaah oh jamaah” yang kemudian dijawab “iye” oleh para jamaah yang hadir mendengarkan tausiah sang ustad,sapaan akrab,kocak dan unik itu terlontar dari Muhammad Nur Maulana, ustad bertubuh mungil berwajah jenaka namun sarat ilmu agama, dalam acara islam itu indah awalnya ditayangkan setiap sabtu pukul 06.00-06.30.

Sapaan khas itu kini menjadi sangat terkenal dan banyak ditirukan oleh pemirsa di berbagai kesempatan, seiring dengan itu, sang ustad pun makin naik daun dan acara siraman rohani yang dibawakannya makin banyak penggemar, hingga Frekuensi penayangannya ditambah.

Dalam acara islam itu indah , Pro dan Kontra kendati memiliki banyak penggemar, namun tak sedikit yang melontarkan kritik pedas terhadap gaya berceramah Nur Maulana,

mereka yang tak suka gaya ustad menyebutnya “ Lebay” atau berlebihan dalam melontarkan guyonan, kendati banyak yang mengkritik, namun yang menyukai gaya maulana jauh lebih banyak, dia dianggap telah memberi warna baru dalam dunia dakwah.

Bagi saya, dakwah yang diselingi humor itu hanya metode dakwah saja, sebab, tujuan nya adalah bagaimana jamaah mendapatkan pengetahuan islam, tapi mereka juga tidak bosan mendengarkannya.

Efek atau dampak program jika kita lihat dari acara tersebut, efek yang akan timbul sangatlah relative, tergantung dari pemirsa yang menafsirkannya, jika pemirsa itu melihat acara tersebut dengan pengetahuan, maka efek yang timbul akan menjadi positif, begitupun pemirsa sebaliknya.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar